BAB 6 Bagi yang sudah siap

05.49.00 Nanda Firdaus 0 Comments

          BAB 6 Bagi yang sudah siap
Dalam Islam, pernikahan adalah jalan utk menyalurkan cinta dg bertanggung jawab dan penuh dg komitmen. Pernikahan dlm Islam tdk dianggap ribet bahkan cenderung mengerikan, sehingga banyak yg harus dipersiapkan yg ujungnya membuat lelaki takut menikah. Tapi tdk lain pula Islam memudahkan pernikahan sehingga bisa dipandang sebelah mata dan seenaknya.

Pernikahan perlu kemampuan bagi yg menjalankannya.
”Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi kemaluan. Dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia shaum(puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Kemampuan yang dimaksud disini bukanlah dilihat dari hata, atau status sosial, melainkan dari agama semata.  


عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ

Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.

NAMUN, kebanyakan lelaki dan wanita zaman sekarang (terutama keluarga, baik ayah artau ibunya) tertipu dan menganggap bahwa pernikahan itu harus dilaksanakan secara mewah, dengan etnis tertentu, atau emiliki syarat status sosial, bahkan pekerjaan bagi calon mempelai. Sehingga pernikahan jadi momok mengerikan, karena perlu uang banyak dan banyak persiapan.

Ironisnya, kebanyakan yg ingin menikah sekarang ataupun keluarganya yg ingin menikahkan anaknya, tidak melihat hal terpenting dr pernikahan,
Padahal kemampuan yg dimkasud Rasulullah adl keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah.
Perlu diketahui, menikah itu bukan hitungan MATEMATIK. Dimana 1 +1 =2. Rezeki Allah selalu bersama dua insan yang menikah karena Allah, menikah karena ingin hubungan yang halal.


Bagi yg memahami Islam, tiada khawatir dirinya dalam menjalani hidup.
Nafkah bukan syarat menikah, ia adl kewajiban yg harus dipenuhi lelaki setelah menikah. Karena itulah Rasulullahsyaratkan mampu adalah mengerti islam.

Lelaki yg memahami Islam tidak akan meninggalkan kewajibannya mencari nafkah dan menelantarkan anak istri. Dan istri pun akan bersabar membantu suami dlm mencari nafkah dan menyemangatinya. Keduanya tidak akan berhenti meminta kpd Allah agar mencukupi dunia mereka dengan ibadah wajib maupun sunnah.