BAB 6 Bagi yang sudah siap
BAB 6 Bagi yang sudah siap
Dalam Islam,
pernikahan adalah jalan utk menyalurkan cinta dg bertanggung jawab dan penuh dg
komitmen. Pernikahan dlm Islam tdk dianggap ribet bahkan cenderung mengerikan,
sehingga banyak yg harus dipersiapkan yg ujungnya membuat lelaki takut menikah.
Tapi tdk lain pula Islam memudahkan pernikahan sehingga bisa dipandang
sebelah mata dan seenaknya.
Pernikahan perlu kemampuan bagi yg menjalankannya.
”Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan
untuk menikah, menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan
lebih membentengi kemaluan. Dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia
shaum(puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Al-Bukhari dan
Muslim)
Kemampuan yang dimaksud disini bukanlah dilihat dari
hata, atau status sosial, melainkan dari agama semata.
عنْ
أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
NAMUN,
kebanyakan lelaki dan wanita zaman sekarang (terutama keluarga, baik ayah artau
ibunya) tertipu dan menganggap bahwa pernikahan itu harus dilaksanakan secara
mewah, dengan etnis tertentu, atau emiliki syarat status sosial, bahkan
pekerjaan bagi calon mempelai. Sehingga pernikahan jadi momok mengerikan,
karena perlu uang banyak dan banyak persiapan.
Ironisnya,
kebanyakan yg ingin menikah sekarang ataupun keluarganya yg ingin menikahkan
anaknya, tidak melihat hal terpenting dr pernikahan,
Padahal
kemampuan yg dimkasud Rasulullah adl keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah.
Perlu diketahui, menikah itu bukan hitungan MATEMATIK.
Dimana 1 +1 =2. Rezeki Allah selalu bersama dua insan yang menikah karena
Allah, menikah karena ingin hubungan yang halal.
Bagi yg memahami Islam, tiada khawatir dirinya dalam
menjalani hidup.
Nafkah bukan syarat menikah, ia adl kewajiban yg harus
dipenuhi lelaki setelah menikah. Karena itulah Rasulullahsyaratkan mampu adalah
mengerti islam.
Lelaki yg memahami Islam tidak akan meninggalkan
kewajibannya mencari nafkah dan menelantarkan anak istri. Dan istri pun akan
bersabar membantu suami dlm mencari nafkah dan menyemangatinya. Keduanya tidak
akan berhenti meminta kpd Allah agar mencukupi dunia mereka dengan ibadah wajib
maupun sunnah.

