BAB 11 Kapan Aku Menikah??
Kapan Aku Menikah??
Memang betul, tiada kunjung menikah itu menggelisahkan, tetapi menikahi seseorang yang tak paham agama juga merupakan kebahagiaan yang dinanti, melainkan sebuah penderitaan hidup.
2 sebab yg dapat mendekatkan kita pada pernikahan ibadah yang kita inginkan :
- Dalam menanti pernikahan, ada satu cara pikir penting yg WAJIB diketahui
- Walaupun Kita telah siap, sulit pula untuk dipilih bila kesiapan itu tidak diketahui orang lain. Banyak cara yang bisa ditempuh agar kesiapan dan maksud kita utk menikah diketahui pihak yang bersangkutan. Salah satu yg paling aman dg meminta perantara kepada seseorang yang telah menikah, yg tentunya memiliki info dr pasangan hidupnya.
Bagi yg sudah bergabung dalam aktivis dakwah, lazim antara ikhwan (lelaki) atau akhwat (perempuan) yang ingin menikah, menyampaikan niat dan kesiapannya kepada ustadz atau ustadzah untuk menjadi perantara dan membantu menghubungkan dg lawan jenisnya yg siap menikah pula.
Bagi aktivis dakwah, keimanan dan agama dr calon pasangannya biasanya telah terbina dg baik dan telah terbiasa dlm jalan dakwah sbg visi telah sama dan tak perlu ditata ulang.
Dibina lalu dibini | Jadi tak perlu dibini baru dibina
Bukan berarti lantas bergabungnya seorang dlm gerakan dakwah untuk mencari pasangan, ini pun landasan niat yg tidak benar.
Namun, niatnya haruslah memantaskan diri. Dalam melakukannya, tentu mesti ada ilmu yg harus kita install dlm diri
Boleh juga, bagi wanita meminta untuk mengajukan dirinya lebih dulu kepada pria yang dianggap cocok utk menjadi pasangan hidupnya. Walau hal ini tidak jamak di tradisi masyarakat kita yang malu2 namun, hal ini yang dilakukan bunda Khadijah kepada Muhammad.
Selain itu, ada pula sebab2 tak langsung, dan sebab2 gaib kuasa Allah.
- Pertama yg paling penting, adalah lakukan apa2 yg diwajibkan Allah. Misalnya, bagaimana Allah akan mengabulkan pinta kita??? sementara kita masih mengumbar aurat, enggan berhijab, suka mendebat dan membantah orang tua, sholat wajib 5 waktu juga jarang.
- Kedua perbanyak amalan sunnah, setelah menjalankan yg wajib.
Bila semua cara sudah dilakukan, namun tiada kunjung datang pasangan, istiqomah dalam kebaikan lebih utama drpd maksiat. Percuma bila dipaksakan, lantas mendapat yang tidak TAAT.

