Mari Memantaskan Diri

06.10.00 Nanda Firdaus 0 Comments

Mari Memantaskan Diri

Pernikahan bukanlah sebuah bahtera yang hanya bisa dijalani dengan cinta | Ia perlu ilmu yg tunjukan terang agar benar jalannya
Membina keluarga tiada cukup berbekal sayang saja | Syariat Allah mutlak diketahui agar pasangan bisa dikawal ke surga
Karena jika cinta dan sayang mampu berbicara | Ia pasti akan meminta bimbingan agama
Pinta kepada Allah jangan cukupkan hanya pada doa | namun amal apa yg pantas dilakukan sebagai usaha
Serius dalam pernikahan bukan diukur dari tutur yang terlisan | Tapi diukur dari perbuatan yang penuh kelayakan 

Pantaskah seorang meminta pasangan kepada Allah | Selagi hari2nya masih dijelang dengan permainan yang melemahkan lagi melalaikan 
Pantaskah seorang meminta pasangan kepada Allah | Selagi membaca Qur'an masih sulit, lagi belum pantas menjadi imam sholat 
Pantaskah seorang meminta pasangan kepada Allah |Sementara hari2nya disibukkan ke pusat perbelanjaan
Pantaskah seorang meminta pasangan kepada Allah |Sementara sulit baginya menjalankan perintah Allah berhijab, dan menjaga kehormatan serta kemuliaan

Siapkan diri jadi pemimpin keluarga, mengundang Allah utk penuhi pinta | Pelajari Al Quran dan maknanya, sunnah dan pengertiannya
Siapkan diri jadi istri yang penuh ketaatan pada suaminya | Akrabkan diri dg pekerjaan rumah tangga agar suami nyaman dirumah nantinya
Baguskan bacaan, lancarkan hafalan | Mudah2an Allah pertemukan dg pasangan yg saleh lagi hatimu berkenan
Wanita ga pernah takut menikahi lelaki miskin | Yang wanita takutkan adalah menikahi lelaki miskin ilmu dan tanggung jawab
Suami itu > Bertanggung jawab atas dirinya, karenanya bisa bertanggung jawab atas wanita > jelas yang ini bukan dilatih dengan pacaran
Sedangkan wanita > pantaskah mengharap suami semisal Rasulullah?? > sedang diri sendiri belum memantaskan ?

usaha ga sabar, siap2 buyar | menikah ga sabar, bakal lekas buyar | beragama ga sabar, urusan ga kelar

Lelaki yg jaga diri dari interaksi dengan wanita karena belum siap | laksana kesatria tak mungkin maju perang yang Ia belum sanggup

Lelaki yang habiskan masa muda mengilmu agama | ibarat diasah dikawal candra dimuka | Ia sebaik2 suami dan pemimpin keluarga 
Wanita, jangan engkau keburu2 nafsu merusak akal dan jiwa | Bila masih tersisa kehormatanmu, lelaki saleh mengantri memuliakannya